MALUKU, SERAMPOST.COM – Abdullah Vanath mengakui diawal kepemimpinannya dengan Hendrick Lewerissa sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, terdapat banyak hutang yang harus diselesaikan.
Selain itu, terjadi penerapan efisiensi anggaran dari Pemerintah Pusat, yang wajib ditindak lanjuti setiap Pemerih Daerah. Baik Provinsi, dan Kabupaten/Kota.
“Setelah dilantik oleh Presiden RI pada 20 Februari 2025 yang lalu, Gubernur dan Wakil Gubernur, mendapatkan hutang yang begitu banyak, dan pada saat yang bersamaan ada kebijakan dari Pemerintah Pusat untuk melakukan efisiensi anggaran,” jelas Vanath saat buka puasa bersama di halaman kantor BPDM Maluku- Maluku Utara, Selasa kemarin.
Meski begitu, Vanath optimis, di Pemerintahan mereka, semua kondisi sulit yang ada akan terlewati.
“Meskipun demikian, kami bersama Bupati/Walikota se-Maluku tetap bersemangat, tapi saya percaya bahwa jika kami melewati masa sulit ini,” paparnya.
Ditambahkan, jika dia dan Gubernur Maluku dapat keluar dari situasi saat ini, maka sejarah akan mencatat mereka adalah orang hebat.
“Sejarah mencatat bahwa kami adalah orang yang hebat, termasuk dengan BPDM yang mampu menghadapi situasi yang sulit,” tandasnya. ***

















Discussion about this post