SERAMPOST.COM, AMBON – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Maluku, Zukifli Hasan, mengajak seluruh kader di Tanah Air, sama-sama bersuara, mendesak Dewan Pimpinan Pusat (DPP) agar Kongres ke XXII GMNI yang berlangsung di Bandung, Provinsi Jawa Barat, nantinya manjadi Kongres Persatuan. Jumat, (27/6/2025).
Manurut Zulkifli Hasan, Kongres Persatuan merupakan cita-cita besar dari semua kader GMNI di seluruh Indonesia yang telah diputuskan secara musyawarah-mufakat dalam forum Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) XXII GMNI di Ancol, DKI Jakarta tahun 2022.
Kata Zulkifli, berbagai rekomendasi dari bidang organisasi, politik dan program telah dibahas dan ditetapkan melalui hasil sidang-sidang komisi. Salah satu poin penting yang dibahas dan disepakati oleh peserta Rampinas adalah melaksanakan Kongres Persatuan GMNI.
“Rapimnas merupakan forum tertinggi dalam organisasi sebagaimana diatur dalam AD/ART GMNI. Dalam forum itu kami telah memutuskan dan merekomendasikan Kogres Persatuan GMNI. Karena itu, kami desak DPP GMNI harus jalankan amanat itu,” ujar Zulkifli.
Zulkifli optimis, GMNI dibawah kepemimpinan Ketua Umum Imanuel Cahyadi dan Sekretaris Jenderal Sujahri Somar yang secara sah dipilih dalam forum Kongres XXI GMNI di Kota Ambon tahun 2019 lalu, mampu menginisiasi berjalannya proses rekonsiliasi dengan kelompok Arjuna-Dendi yang mengaku sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal yang hanya melalui proses deklarasi tanpa pemilihan dalam forum Kongres itu dalam kerangka mengakhir perpecahan di tubuh GMNI yang kian masif hingga sekarang.
“Kami optimis, dibawah Kepemimpinan Ketua Umum Imanuel Cahyadi dan Sekretari Jenderal Sujahri Somar yang sah mampu melakukan rekonsiliasi dengan kelompok Arjuna-Deni untuk segera mengakhiri perpecahan di GMNI yang sampai saat ini belum selesai,” katanya.
Menjadi sosok Nasionalis-Marhaenis menurut Zulkifli, harus mengedepankan prinsip persatuan, bukan secara terus menerus membangun tembok yang menciptakan sekat-sekat sesama kawan seperjuangan. Sebab, menciptakan sekat justru mengkerdilkan semangat Nasionalisme yang diajarkan Bung Karno.
“Sesama kaum Nasionalis-Marhaenis harus gandrung Persatuan. Karena inilah semangat Nasionalisme yang diajarkan Bung Karno. Bagimana ceritanya Marhaen mau dimenangkan kalau kelompok Marhaenis tidak bersatu”. Tandas Zul!
Kongres XXII GMNI yang mengusung tema “Bersatu Melawan Penjajahan Gaya Baru”. Dalam menghadapi dinamika politik-ekonomi secara nasional maupun global yang bagitu kompleks membutuhkan semangat persatuan nasional dari semua elemen bangsa.
Karena itu, GMNI sebagai organisasi Nasionalis-Marhaenis yang mengikuti semangat dan ajaran Bung Karno yang gandrung akan Persatuan harus menjadi pelopor persatuan nasional dalam menghadapi tantangan zaman.
“Saya mengajak Anggota dan Kader GMNI, Pimpinan Komisariat, DPC dan DPD GMNI se- Indonesia bangun koordinasi dan komunikasi di daerahnya masing-masing dalam kerangka menyambut Kongres XXII GMNI dengan semangat persatuan yang murni. Sampai jumpa di Bandung, Jawa Barat,” tutup Zulkifli. ****

















Discussion about this post