SERAMPOST.COM,BULA – Polemik terkait seleksi terbuka jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mencuat ke publik dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah suara penolakan muncul, namun tak sedikit pula yang menyerukan agar proses seleksi dihormati dan dikawal secara objektif.
Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) SBT,l Zulkifli Sengan, menanggapi wacana penolakan terhadap hasil seleksi tersebut. Ia menegaskan bahwa seleksi Sekda merupakan bagian dari mekanisme demokrasi yang sah dan harus didukung penuh oleh masyarakat.
“Perlu saya sampaikan agar masyarakat secara luas mengetahui bahwa hal ini tentu harus diberikan kewenangan sepenuhnya kepada panitia seleksi terbuka Sekda Kabupaten Seram Bagian Timur,” kata Zulkifli dalam konferensi pers bersama sejumlah organisasi kepemudaan di Bula, Kamis (19/9/2025).
Menurut Zulkifli, pemuda dan aktivis seharusnya tidak terjebak pada isu penolakan, melainkan fokus pada kualitas sumber daya manusia yang akan menduduki posisi strategis tersebut.
“Kita harus mendorong agar Sekda yang terpilih adalah sosok yang betul-betul teruji dari sisi kualitas dan kapasitas, agar mampu membantu Bupati dalam menjalankan roda pemerintahan,” tambahnya.
Zulkifli juga menekankan bahwa para pemuda harus mulai fokus pada persoalan-persoalan strategis di daerah, seperti ekonomi, pendidikan, dan ketersediaan lapangan kerja.
“Kita harus mulai bicara soal pertumbuhan ekonomi, soal solusi bagi PPPK paruh waktu yang jumlahnya lebih dari 3.000 orang. Itu yang seharusnya menjadi fokus kita, bukan memperkeruh suasana,” tegasnya.
Senada dengan itu, Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) SBT Lagasa Rumalean, juga mengimbau agar seluruh elemen pemuda menjaga narasi publik agar tetap sejuk dan konstruktif.
“Hari ini kami para OKP tidak memberikan pernyataan mendukung ataupun menolak hasil seleksi. Namun kami mengajak seluruh aktivis agar bisa memberikan narasi yang menyejukkan, agar siapa pun yang terpilih nantinya bisa mengawal jalannya pemerintahan bersama Bupati,” ujar Lagasa.
IMM SBT, lanjut Lagasa, menegaskan posisinya yang netral dalam polemik ini dan berharap masyarakat bisa berpikir jernih tanpa prasangka sempit.
“Siapa pun yang lolos seleksi, itu adalah hasil dari proses yang sah. Mari kita percayakan dan dukung demi kemajuan Kabupaten Seram Bagian Timur,” tutupnya.
Sebelumnya, seleksi terbuka jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten SBT digelar dengan melibatkan panitia seleksi independen. Namun, muncul suara-suara dari kalangan tertentu yang mengindikasikan penolakan terhadap hasil seleksi tersebut. Pihak Pemerintah Daerah SBT belum memberikan pernyataan resmi terkait polemik ini. (***).

















Discussion about this post