SERAMPOST.COM,BULA – Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Maluku, Jalil Renyaan, resmi mengukuhkan Pengurus Dewan Pimpinan Tingkat Daerah (DPTD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) periode 2025-2030.
Puluhan pengurus yang dikukuhkan saat Musyawarah Daerah (Musda) VI PKS PKS SBT di gedung Serbaguna, Dinas Kesehatan pada Jumat, (5/9/2025) malam, itu terdiri dari Dewan Pengurus Daerah (DPD), Majelis Pertimbangan Daerah dan Dewan Etik Daerah.

Pengukuhan tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS nomor: 081.05.PD/SKEP/DPP-PKS/2025 tentang struktur dan kepengurusan DPD PKS Kabupaten SBT Provinsi Maluku masa bakti 2025-2030.
Pantauan media ini, Husin Rumadan dikukuhkan sebagai Ketua DPD PKS. Sementara Abdulah Kapailu menduduki Ketua Majelis Pertimbangan Daerah PKS SBT.
Proses pengukuhan disaksikan langsung Ketua DPW PKS Maluku Fachri Husni Alkatiri yang juga Bupati SBT, serta pimpinan Partai Politik (Parpol) tingkat daerah, unsur Forkopimda serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah.
Presiden PKS Almuzzammil Yusuf dalam pidato politiknya dibacakan Sekretaris DPW PKS Maluku Jalil Renyaan menyatakan bahwa Musda ini merupakan forum tertinggi di tingkat daerah untuk melakukan regenerasi kepemimpinan.
Melalui Musda ini, pengurus DPTD PKS SBT masa bakti 2020–2025 secara resmi dinyatakan demisioner. Sementara pengurus baru periode 2025–2030 dikukuhkan untuk melanjutkan estafet perjuangan partai.
“PKS menekankan proses regenerasi yang demokratis, partisipatif, transparan, dan akuntabel. Ini bukti penghargaan DPP terhadap aspirasi daerah, dimana 96,7 persen rekomendasi DPTW diterima,” kata Almuzzammil Yusuf.
Dalam kesempatan itu, Almuzzammil Yusuf menegaskan visi besar kepengurusan PKS 2025–2030 sebagai berikut;
1. Mengokohkan jati diri PKS sebagai Partai Islam Rahmatan Lil’alamin dengan nilai bersih, peduli, profesional.
2. Melaksanakan politik program dan anggaran K2P2 (Kader, Kaderisasi, Pelayanan Publik).
3. Memperkuat tiga modal utama partai: struktur solid, kader militan, dan kerja kolektif untuk kemenangan Pemilu 2029.
Selain itu, PKS mendorong pengurus daerah yang telah dikukuhkan agar bersinergi dengan pemerintah kabupaten/kota dalam membangun daerah. Para kader juga diingatkan untuk setia pada sumpah jabatan dan pakta integritas yang ditandatangani.
Musda VI PKS ini, kata Almuzzammil Yusuf juga menjadi ajang konsolidasi untuk menyukseskan agenda Musyawarah Nasional (Munas) PKS pada 27–29 September 2025 yang direncanakan dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto.
“Tanpa peran dan dedikasi kader hingga tingkat ranting, PKS tidak akan mampu bertahan seperti saat ini. Mari sukseskan Munas, kokoh bersama, majukan Indonesia,” pungkasnya. (S-01).

















Discussion about this post