SERAMPOST.COM,BULA – Universitas Islam Negeri Abdul Muthalib Sangadji Ambon, berencana akan menggelar Simposium Nasional sekaligus pemilihan Ketua Ikatan Alumni (IKA) Stain, IAIN dan UIN Ambon pada 29 November 2025.
Kegiatan yang akan berlangsung di kampus hijau bertajuk cerdas dan berbudi itu, disambut baik semua alumni yang tersebar di pelosok tanah air.
Salah satu alumni, Abdul Aziz Yanlua mengatakan, dia merasa bersyukur saat mendengar informasi tentang pembentukan wadah IKA Stain, IAIN dan UIN Abdul Muhtalib. Apalagi semua alumni disatukan dalam Grup WhatsApp.
“Bagi saya, ini adalah langkah awal untuk mengakselerasi perjuangan alumni dan sekaligus posisi kampus hijau yang setara dengan Perguruan Tinggi lain di Republik ini,” tutur Yanlua, Selasa, (18/11/2025).
Manurut Yanlua, Simposium Nasional IKA Alumni, dengan tema “Transformasi UIN AM Sangadji : Membangun Indonesia dari Timur menuju kampus yang memiliki daya saing di Era Global”.
Kampus UIN AM Sangadji harus mengambil bagian dalam mendiskusikan problem – problem kebangsaan. “Ambil saja problem demokrasi dan bahkan ancaman atas krisis energi global,” ucapnya.
Namun dilain sisi, Yanlua bilang, sebagai bangsa atau wilayah yang turut terlibat aktif dalam perjuangan dan legitimasi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Simposium Nasioanl ini juga bisa mengambil bagian dalam perjuangan penetapan gelar Pahlawan Nasional terhadap tokoh yang menjadi Ikonik kampus kita yakni A.M. Sangadji.
“Saya kira memberi nama tokoh personal untuk di identik dengan perguruan tinggi pasti memiliki kajian historis dan heroic atas tokoh tersebut,” ujarnya.
Jik membuka literatur sejarah perjuangan bangsa, A.M. Sangadji memiliki kontribusi yang sangat besar untuk bangsa Indonesia, mulai dari peranannya dalam Serikat Islam, Partisipasinya di kongres II tahun 1928 yang melahirkan sumpah pemuda serta perjuangannya dalam menyebarkan berita kemerdekaan pasca proklamasi di Kalimantan.
“Dan terakhir beliau ditembak hingga wafat pasca penyerangan dirumahnya di Jetis Yogyakarta adalah rangkaian sejarah perjuangan yang patut dan layak untuk diberi gelar sebagai Pahlawan Nasional tanpa perlu negara menimbang, mencocokkan, mengukur dan seterusnya,” tegasnya.
Untuk itu, melalui Simposium Nasional tersebut, Yanlua mengajak agar dimulai dengan wacana pemberian gelar AM. Sangadji menjadi Pahlawan Nasional sebagai bentuk konsistensi perjuangan Moral IKA Alumni atas nama besar yang digunakan sebagai Ikon Kampus Hijau UIN A.M. Sangadji,” tutupnya. (***).

















Discussion about this post