SERAMPOST.COM,BULA – Pemerintah Kabupaten Seram Bagian (SBT) dibawah kepemimpinan Bupati Fachri Husni Alkatiri dan Wakil Bupati M. Miftah Toha Rumarey Wattimena, terus berupaya agar program dari Pemerintah Pusat (Pempus) masuk ke Daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan SBT, Surahman, mengatakan saat ini Bupati Fachri tekankan agar pihaknya harus menyiapkan segala dokumen berkaitan dengan program pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Apalagi program KNMP merupakan inisiatif langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam membangun industri perikanan berpihak kepada rakyat. Yang ditargetkan hingga tahun 2027 dengan jumlah sebanyak 2.100 lokasi.
Kata Surahman, di tahun 2025 Pemkab SBT telah mengusulkan 11 lokasi KNMP. Tersebar di Sejumlah kecamatan. Diantaranya Kecamatan Bula, Kecamatan Kiandarat, Kecamatan Seram Timur, Kecamatan Pulau Gorom, Kecamatan Wakate dan Kecamatan Werinama.
“Kecamatan Bula itu di Desa Englas, Sesar, dan Bula. Kecamatan Kiandarat di Desa Kilga Watubau. Kecamatan Seram Timur ada di Desa Kuamor, Geser, Kilwaru. Kecamatan Pulau Gorom pada Desa Kulgowa) , Kecamatan Kesui Watubela di Desa Lahema, Karrokin. dan Kecamatan Werinama itu Desa Batuasa,” ujarnya.
Dari 11 titik yang ada, seluruhnya telah melalui survei yang dilakukan langsung Institut Pertanian Bogor (IPB) bekerja sama dengan Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP). Hasilnya, enam lokasi direncanakan sebagai KNMP hub dan lima lainnya sebagai kawasan penyangga.
“Untuk yang hub nanti KKP akan membangun infrastruktur lengkap seperti cold storage, tambatan perahu, dermaga, pabrik es, tempat pelelangan ikan, pusat kuliner, hingga SPBU,” jelasnya.
Sementara itu, pada kawasan penyangga akan dibangun fasilitas pendukung seperti pabrik es, tempat pelelangan, balai pertemuan, perbankan, dermaga, serta bantuan alat tangkap.
Untuk diketahui, pembangunan fisik usulan KNMP tahun 2025 itu, pembangunannya direncanakan dimulai tahun ini. Namun, hingga saat ini belum ada keputusan resmi dari kementerian terkait lokasi yang akan dibangun pada 2026.
“Belum ada SK menteri untuk penetapan lokasi, ini yang masih kami tunggu, bukan hanya di SBT tapi seluruh kabupaten/kota di Maluku,” ujarnya. (S-03).

















Discussion about this post