SERAMPOST.COM,BULA – Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Maluku, bersama pihak terkait, melakukan uji pengaliran (Running Test) Sistem Jaringan Irigasi di Desa Jembatan Basa, Kecamatan Bula Barat, Kabupaten SBT, Senin, 27 April 2026.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Seksi Sungai, Rawa dan Pantai, Dinas PUPR SBT, M. Husin Alfian kepada wartawan di Bula, Selasa, 28 April 2026 mengatakan, uji pengaliran tersebut berhasil itu.
Pasalnya, proyek yang dikerjakan PT Adhikarya tersebut diproyeksikan dapat mengaliri 420 hektar lahan sawah di kawasan transmigrasi itu.
“Kegiatan kemarin itu merupakan running test pengaliran air dan alhamdulilah berhasil menjangkau lahan sawah yang paling jauh,” ujar M. Husin Alfian.
Menurut M. Husin Alfian, pembangunan dan peningkatan jaringan irigasi di kawasan transmigrasi ini biasanya dibiayai pemerintah melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Akan tetapi, belakangan pembiayaan melalui DAK kini berganti, menyusul terbitnya Inpres nomor 2 tahun 2025.
“Jadi daerah yang mengusulkan, tapi pelaksanaannya dari Kementerian PU dalam hal ini BWS Maluku,” bebernya lagi.
Alfian merinci pada tahun 2025 lalu, pihaknya mengusulkan sedikitnya Rp. 39 Miliar. Jumlah anggaran tersebut diproyeksi untuk membiayai peningkatan jaringan irigasi Jembatan Basa Rp. 20 Miliar, peningkatan jaringan irigasi tersier Rp.1,5 Miliar dan sisanya untuk Pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (Jiat), tersebar di lima titik lokasi.
“Jadi ada pengeroyokan disitu dalam hal pekerjaan. Kita intervensi dari pembangunan peningkatan jaringan irigasi utamanya, primer, sekunder, terus tersier juga kita usulkan. Ada Jiat juga untuk mendukung layanan sawah terjauh,” ujarnya.
Berkat usulan itu, tahun 2025 kemarin Desa Jembatan Basah berhasil ketiban tiga program sekaligus dari pemerintah. Antara lain peningkatan jaringan utama irigasi yang kemarin diuji coba, peningkatan jaringan irigasi tersier dan pembangunan Jiat untuk mendukung layanan holtikultura.
“Jadi karena kan selama ini kan masyarakat Jembatan Basa ini agak susah mendapatkan air, dikarenakan beberapa bangunan utama memang tidak berfungsi dengan baik,” pungkas Alfian. (S-03).
















Discussion about this post