SERAMPOST.COM,BULA – Banjir yang terus melanda sejumlah kawasan di Kota Bula, Ibukota Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), kini menjadi perhatian serius Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Ramly Sibualamo.
Ramly mengakui, di usia 20 tahun kabupaten bertajuk Ita Wotu Nusa ini, banjir masih terus menghantui masyarakat Kota Bula. Akibat penangan yang dilakukan belum maksimal.
Sebagai orang Bula, yang diberi kepercayaan oleh Bupati Fachri Husni Alkatiri untuk memimpin Dinas PUPR. Ramly bilang, banjir sebagai pekerja rumah baginya untuk bisa dapat mengatasi.
“Memang selama 20 tahun ini, banjir belum dapat teratasi dengan baik. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi saya untuk bisa mengatasi,” ujar Ramly kepada wartawan di Bula, Rabu, (17/9/2025).
Untuk menjawab keluh dan kesah masyarakat Kota Bula tentang banjir, Ramly katakan, akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membangun Kolam Retensi.
Selain itu, sebagai upaya gerak cepat dan wujud nyata di lapangan, pihaknya akan melakukan normalisasi pada setiap sungai dalam Kota Bula, yang manjadi peyebab banjir.
“Untuk mengatasi banjir di Kota Bula ini sampai tuntas, itu ada dua hal. Kita harus menyiapkan kolam retensi dan melakukan normalisasi secara totalitas. Itu baru bisa,” ujar Ramly.
Diketahui, saat ini, Dinas PUPR dan Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) setempat, turunkan alat berat untuk melakukan normalisasi di Kali Wai Ambohosen, Desa Lemumir, Kecamatan Bula.
Pasalnya, Kali Wai Ambohosen, menjadi salah satu pemicu luapan banjir yang melanda pemukiman warga Kampung Buton, Desa Lemumir, saat musim hujan. (S-03).

















Discussion about this post