SERAMPOST.COM,BULA – Dinas Perikanan Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap bersama GEF 6 CFI Indonesia, menggelar pelatihan diversifikasi usaha bagi kelompok wanita nelayan melalui keterampilan menjahit.
Kegiatan yang di danai oleh GEF-6 CFI Indonesia itu berlangsung di Aula Kantor Kementrian Agama (Kemenag) SBT pada Rabu, (23/4/2025), dibuka langsung Asisten II Setda, Rambli Sibualamo.
Dalam sambutan Bupati Fachri yang dibaca Sibualamo, menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai upaya meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi bagi para wanita nelayan
Kampung Waru, Wailola, Belis dan Bula.
“Para peserta harus mempersiapkan diri dengan baik agar dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh. Dengan keterampilan ini, mereka bisa lebih produktif dalam mengelola sumber daya perikanan dan kelautan,” ujar Bupati.
Bupati berharap program ini mampu memberdayakan masyarakat, khususnya rumah tangga nelayan, agar tidak hanya bergantung pada hasil tangkapan ikan, tetapi juga memiliki sumber pendapatan tambahan melalui usaha kreatif seperti menjahit.
Kabupaten SBT kata Fachri, memiliki potensi sumber daya hutan mangrove yang cukup besar, yang juga merupakan salah satu dari 3 ekosistem penting di wilayah pesisir.
Selain fungsi ekologis sebagai daerah pemijahan dan pemeliharaan ikan, hutan mangrove juga memiliki fungsi ekologi dan ekonomi, yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat meningkatkan ekonomi keluarga.
Fungsi ekonomi dari pemanfaatan sumberdaya hutan mangrove dan vegetasi pantai lainnya adalah sebagai salah satu pewarna alami pembuatan batik ecoprint.
“Ecoprint merupakan teknik mencetak motif alami pada kain atau material lain menggunakan bahan-bahan alami yang ramah lingkungan,” ucap Bupati.
Kegiatan ini dinilai sejalan dengan Misi Ke-4 RPJMN Kabupaten SBT 2025-2029, yakni mengembangkan Ekonomi kerakyatan yang kompetitif dengan meningkatkan pemerataan pembangunan infrastruktur, pemanfaatan sumber daya alam dan pengelolaan lingkungan.
Diketahui, saat ini Untuk saat ini, telah terbentuk 1 (satu) kelompok Ecoprint di Desa Englas Kecamatan Bula, dengan beranggotakan 8 orang.
Output yang dihasilkan berupa Kain Batik Ecoprint ukuran 20 meter, Kemeja batik sebanyak 5 buah, Totebag sebanyak 60 buah dan Syal Jumputan sebanyak 20 buah. Produk ini kemudian di promosikan melalui media sosial Facebook, Instagram dan WhatsApp Group. (Redaksi).

















Discussion about this post